Direktorat Lalu Lintas
Kepolisian Daerah Jawa Tengah mencatat pada tahun 2001 terjadi 11.370 kejadian
kecelakaan, dengan korban meninggal mencapai 1.812 jiwa. 60 persen dari angka
tersebut menyatakan banyaknya pengemudi roda dua yang menjadi korban
kecelakaan. Dan tak sedikit dari mereka merupakan pelajar SMA/SMK yang belum
memiliki SIM. Bukanlah angka yang patas kita sepelekan. Meskipun sosialisasi
mengenai safety riding telah banyak dilakukan, masih saja banyak keclakaan yang
melibatkan pelajar terutama pada jenjang penididikan SMA/SMK. Dan terbukti
sosialisasi dari sekolah ke sekolah hanyalah sebuah angin lalu tanpa kerjasama
dari pihak sekolah.
Salah satu cara untuk mengurangi kecelakaan ialah
dengan menggunakan sistem lahan parkir yang hanya bisa diakses oleh siswa yang
telah memiliki SIM dan dengan demikian siswa yang belum memiliki SIM terpaksa
tidak mengendarai kendaraan mereka ke sekolah pastinya lantaran mereka tidak
mendapat tempat yang aman untuk menyimpan kendaraan mereka selama pelajaran.
Dan adalah hal yang sangat menggiurkan apabila tugas identifikasi siswa yang
tidak memiliki SIM tersebut dibantu oleh sebuah mesin.
Sistem parkir dengan menggunakan RFID(radio frequency identification)
menjanjikan kepraktisan, keamanan, autenitifikasi dan kenyamanan siswa dalam
mengakses lahan parkir disekolah, siswa hanya perlu mengulurkan kartu yang ia
dapat setelah registrasi lalu gerbang parkir akan terbuka secara otomatis.
Nama : Ricky, Chandra, dan Dwika
Sekolah : SMAN 1 SALATIGA, Jawa Tengah
![]() |
| Dwika, Ricky, dan Chandra |
