Revitalisasi Sejarah dan Nilai Filosofis Kawasan Cagar Budaya Tamansari Melalui Pendekatan Geospasial secara Periodik




Indonesia merupakan negara yang memiliki warisan budaya yang adiluhung. Salah satu warisan budaya bersejarah adalah Tamansari. Tamansari merupakan kawasan objek wisata yang dulunya digunakan Sri Sultan HB I sampai III untuk rekreasi sekaligus beristirahat. Penelitian ini dilaksanakan denagn tujuan : mengetahui perkembangan sejarah bangunan di Kompleks TTamansari dengan pendekatan geospasial dan mengetahui nilai filosofis bangunan di Tamansari. Kemudian memfitalkannya kembali, sehingga nilai sejarah dan filosofis dapat terevitalisasi kembali.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif secara kualitati dengan tujuan untuk menggambarkan dan menjelaskan masalah serta pemecahannya secara nyata. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, pemetaan, studi pustaka dan pengumpulan data sekunder. Data yang diperoleh kemudian dianalisi secara deskriptif kualitatif.
Dari penelitian ini dapat disimpulakan : Keberadaan bangunan di Tamansari mengalami perubahan pada fungsinya. Pada awal pembangunannya, Tamansari digunakan sebagai tempat rekreasi/pesanggrahan bagi Sri Sultan dan kerabatnya. Selain itu, Tamansari juga digunakan sultan untuk kegiatan beribadah dan sebagai tempat untuk melakukan hubungan luar negri. Sedangkan saat ini sebagian besar bekas bangunan Tamansari yang hancur dimanfaatkan oleh masyarakat unutk bertempat tinggal. Adapun bangunan di setiap bangunan di Tamansari mengandung nilai filosofis yang berbeda-beda. Dari setiap nilai filosofis itu dapat kita ambil sebagai media pembelajaran bagi masyarakat. Perevitalisasian Kawasan Cagar Budaya Tamansari dapat dilakukan dengan cara merencanakan daerah wisata tersebut.

Dewi Anita dan Shofi Fatihatun Sholihah (SMAN 1 Yogyakarta) – Silver Medal OPSI 2011
Source :http://sagasitas.org