Recent Posts

Showing posts with label SAINS TERAPAN. Show all posts
Showing posts with label SAINS TERAPAN. Show all posts


Penyakit cacingan sering dianggap penyakit yang sepele oleh sebagian besar kalangan masyarakat. Padahal penyakit ini sangatlah fatal jika tidak ditindaklanjuti secepatnya. Selama ini obat yang sering digunakan penderita merupakan obat kimia yang tentunya memiliki efek samping bagi tubuh. Oleh karena itu, penelitian ilmiah ini dilakukan dengan tujuan untuk membuktikan bahwa umbut pinang dapat dijadikan sebagai obat herbal cacingan dan mengetahui jenis cacing apa saja yang dapat dikeluarkan oleh ramuan umbut pinang ini. Penulis mendapatkan informasi melalui wawancara dengan salah seorang tetangga penulis yang anaknya hampir meninggal dunia karena cacingan, anaknya berangsur sembuh dan mengeluarkan segumpal cacing setelah makan umbut pinang. Penulis menggunakan studi pustaka untuk mendukung data-data yang telah penulis dapatkan. Sampel penelitian ini berjumlah 5 orang anak di sekitar rumah penulis. Penulis memberikan ramuan umbut pinang kepada 5 orang anak yang didiagnosis menderita cacingan sebanyak satu sendok makan selama 3 hari berturut-turut. Setelah anak-anak tersebut mengeluarkan feses, sebagian feses diambil ± 5 % dari banyaknya feses yang dikeluarkan penderita dan dihitung jumlah cacing yang ada di dalamnya dan dibawa ke laboratorium untuk dilihat jenis cacingnya.
Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa pada pemberian obat kedua atau ketiga kepada penderita, tidak ditemukan lagi cacing maupun telur cacing pada sampel feses. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa umbut pinang yang merupakan bagian dari pohon pinang terbukti dapat mengeluarkan cacing kremi dan cambuk beserta telurnya keluar dari saluran pencernaan dalam waktu yang singkat. Oleh sebab itu, umbut pinang dapat digunakan sebagai obat herbal cacingan tanpa mengandung bahan kimia, pengawet buatan dan efek samping. Umbut pinang hanya diolah secara sederhana dengan mengambil patinya, ramuan umbut pinang ini juga dapat diawetkan dengan menambahkan jeruk nipis dan meletakkan obat herbal ini di tempat yang bersuhu rendah.


Nama Peneliti  :  Mahlania Qori
Sekolah          :  SMA N 3 Kota Jambi (Netco)
Prestasi          :  Medali Emas Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia 2011


Khasiat Umbut Pinang (Areca catechu) Sebagai Obat Herbal Cacingan




Robot merupakan suatu mekanis yang dapat dikendalikan secara otomatis dengan memanfaatkan mikrokontroler. Salah satunya dengan menggunakan mikrokontroler jenis ATmega32 yang berfungsi sebagai otak dalam pemrosesan robot. Mikrokontroler ATmega32 ini mudah sekali didapatkan di lingkungan masyarakat dengan harga terjangkau, sehingga memungkinkan manusia mengendalikan mekanis dengan mudah. Contoh robot yang sering menggunakan ATmega32 adalah robot line follower (penjejak garis).

Robot line follower merupakan sebuah robot yang menggunakan sensor cahaya, seperti layaknya mata manusia yang digunakan untuk melihat. Adanya sensor cahaya, membuat robot secara otomatis dapat mengikuti track. Penelitian ini menghasilkan robot iTrash yang merupakan robot pembuang sampah.

Robot iTrash merupakan robot line follower yang dimodifikasi. Modifikasi berupa penambahan motor servo sebagai motor penggerak bak sampah dan pemrograman algoritma dalam mikrokontroler ATmega32. Agar dapat terciptanya sistem pengangkutan sampah masa depan, maka perlu ditambahkannya sarana pendukung pada robot iTrash. Sarana pendukung tersebut antara lain tempat sampah iTrash dan track robot sebagai sistem pembuangan sampah. Fakta di lapangan menunjukkan manusia malas untuk membuang sampah pada tempat pembuangan akhir, sehingga sampah yang tidak dibuang menumpuk dan menimbulkan bibit penyakit.


Peneliti              :  Fransiskus Asisi Brian Ganda Pratama, Eko Budi Satrio, Giovanni Satria
Sekolah             :  SMAN 1 SALATIGA JAWA TENGAH
Prestasi             :   Medali Emas/Juara 1 Bidang Sains Terapan Olimpiade Penelitan Siswa Indonesia


Ovan, Budi , Brian



Robot iTrash dalam Sistem Pembuangan Sampah Masa Depan



This research is about the development of rail-beam technology that can work semi-automatically. This is called a semi-automatic because the microcontroller system make it work automatically (using sensors) and also can be controlled manually by a human. We made a prototype barrier system and focus on programmable logic control of sensor (detector). It does not only detect the train on the railway, but also detects the vehicle on the road. In Indonesia, this instrument can’t be installed fully automatic due to indiscipline attitudeof Indonesian, and  also can’t installed fully manual due to human error’s problem. This tool needs to be monitored and enforced on traffic regulations.  With semi-automatic system, the tool is expected to prevent accidents caused by human error. Therefore, we expect the work of this innovation more effective in providing safety for the community condition optimally. So this system can help the government reduce traffic accidents at the bar rail.

Ridwan Wicaksono and Fajar Bangkit Prasetyo (SMUN 8 Yogyakarta) – Gold medal OPSI 2010

Safety Rail-beam



Tak bisa kita dipungkiri bahwasannya zaman ini berkembang dengan sangat pesat. Hal ini ditunjukkan dengan semakin majunya teknologi yang mempunyai banyak fungsi bagi manusia. Beberapa dari sekian banyak fungsinya yaitu fungsi hiburan dan pendidikan. Tetapi semakin majunya zaman, generasi muda seolah lupa akan kekayaan budaya bangsa. Mereka menerapkan gaya hidup budaya barat daripada menerapkan nilai-nilai seni budaya dalam aspek kehidupan sehari-hari.
Dalam penelitian ini, peneliti ingin membuat suatu game yang berfungsi untuk menyadarkan generasi muda akan pentingnya budaya kita khususnya seni tari. Peneliti memadukan salah satu seni tari yaitu tari Saman dengan teknologi Gesture Recognition.Game ini bisa dimanfaatkan khususnya di bidang pendidikan dan pelestarian budaya. Dengan pengemasan yang menarik dan dengan menggunakan teknologi Gesture Recognition diharapkan bisa memberi manfaat penuh bagi masyarakat dalam melestarikan budaya.
Metode yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dan eksperimen. Peneliti menggunakan software Camspace dalam membuat game ini, Game ini dimainkan dengan cara menggerakkan tangan ke target yang telah ditampilkan. Setelah permainan selesai, pemain akan mendapatkan nilai yang mereka dapatkan.


Peneliti : Burhanuddien Ibrahim R. - Jogja


Saman Dance Revolution : A Game to Preserve Traditional Dance by Using Gesture Recognition


Sebuah penelitian telah dilakukan untuk mengetahui efek antioksidan dari serbuk kasar sarang lebah madu terhadap kadar malondialdehyde (MDA) marmut setelah pemberian pestisida 300 mg/kg berat badan dalam aktivitas normal. Sebanyak 15 ekor marmut dewasa dipakai dalam penelitian ini yang dibagi menjadi 3 kelompok.

Setiap kelompok terdiri atas 5 ekor marmut dan berturut diberi perlakuan berikut. Pada hari ke-0,  setiap kelompok diberi pakan  yang sama yaitu pur, sayuran, dan 0,3%  pestisida. Pada hari ke-1 sampai hari ke-5, kelompok kontrol diberi pakan pur dan sayuran. Kelompok 2 diberi pakan  pur,  sayuran, dan serbuk kasar sarang lebah madu  5%  berat badan. Kelompok 3 diberi pakan pur, sayuran, dan serbuk kasar sarang lebah madu 10% berat badan.

Setiap hari sampel urin dari marmut diambil untuk pemeriksaan kadar MDA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan dan peningkatan kadar MDA pada urin marmut. Kelompok marmut yang diberi serbuk kasar sarang lebah madu lebih banyak mengalami penurunan kadar MDA pada sampel urin dibandingkan kelompok control yang cenderung naik. Semakin tinggi konsentrasi serbuk sarang lebah madu, semakin rendah kadar MDA pada sampel urin. Hasil ini menunjukkan bahwa sarang lebah mampu menanggulangi radikal bebas yang diakibatkan residu pestisida.



Nama             : Grace Maria Ulfa, Syahir Muzakki Eka Putra, Mufti Sartika Dewi  
Sekolah          : SMAN 1 SALATIGA



Grace, Eka, dan Mufti




SARANG LEBAH MADU MENURUNKAN KADAR MDA DALAM URIN MARMUT


      Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Tengah mencatat pada tahun 2001 terjadi 11.370 kejadian kecelakaan, dengan korban meninggal mencapai 1.812 jiwa. 60 persen dari angka tersebut menyatakan banyaknya pengemudi roda dua yang menjadi korban kecelakaan. Dan tak sedikit dari mereka merupakan pelajar SMA/SMK yang belum memiliki SIM. Bukanlah angka yang patas kita sepelekan. Meskipun sosialisasi mengenai safety riding telah banyak dilakukan, masih saja banyak keclakaan yang melibatkan pelajar terutama pada jenjang penididikan SMA/SMK. Dan terbukti sosialisasi dari sekolah ke sekolah hanyalah sebuah angin lalu tanpa kerjasama dari pihak sekolah.
                Salah satu cara untuk mengurangi kecelakaan ialah dengan menggunakan sistem lahan parkir yang hanya bisa diakses oleh siswa yang telah memiliki SIM dan dengan demikian siswa yang belum memiliki SIM terpaksa tidak mengendarai kendaraan mereka ke sekolah pastinya lantaran mereka tidak mendapat tempat yang aman untuk menyimpan kendaraan mereka selama pelajaran. Dan adalah hal yang sangat menggiurkan apabila tugas identifikasi siswa yang tidak memiliki SIM tersebut dibantu oleh sebuah mesin.
                Sistem parkir dengan menggunakan RFID(radio frequency identification) menjanjikan kepraktisan, keamanan, autenitifikasi dan kenyamanan siswa dalam mengakses lahan parkir disekolah, siswa hanya perlu mengulurkan kartu yang ia dapat setelah registrasi lalu gerbang parkir akan terbuka secara otomatis.




Nama          : Ricky, Chandra, dan Dwika
Sekolah      : SMAN 1 SALATIGA, Jawa Tengah
Dwika, Ricky, dan Chandra




SISTEM PARKIR DENGAN GERBANG IDENTIFIKASI BERBASIS RFID DAN PENGEMBANGAN PEMANFAATANNYA

Ingin berpartisipasi ?

Nama Peneliti *
ex:
Individu : Brian
Kelompok: Eko Budi,Fa Brian,Gio Ovan
Email *
URL foto penelitian
URL bisa dari foto facebook atau melalui Photobucket.com
URL foto peneliti
URL bisa dari foto facebook atau melalui photobucket.com
ex:https://www.facebook.com/fabriangandapratama/photos
Judul Penelitian
Abstrak Penelitian dan Nama Sekolah *
Peneliti Indonesia "Turn On Indonesia Research". Powered by Blogger.