Semua bencana alam yang tidak
terhindarkan itu berdampak negatif pada keseluruhan hidup korban bencana, baik
secara material maupun psikologis. Keadaan ini perlu cepat ditangani oleh
pemerintah dan masyarakat yang cepat tanggap untuk memulihkan situasi yang ada.
Pemerintah dan masyarakat hendaknya tanggap bencana alam tidak terlepas dari
satu komponen penting yang bertugas sebagai landasan pemersatu yaitu
solidaritas.
Namun sayang, bentuk solidaritas
dari masyarakat pada umumnya relatif
terbatas pada rasa simpati tanpa ada aksi lanjutan dari rasa simpati
itu. Keadaan seperti ini tidak bisa terus dibiarkan dan kita jelas butuh
perubahan. Perubahan bisa dilaksanakan dengan mengaktifkan peran pemuda yang
berfungsi sebagai penggerak atas tindakan dari rasa solidaritas tersebut. Untuk
memberikan track yang baik bagi para
pemuda dalam aksi solidaritas mereka kita juga perlu memberdayakan mereka.
Pemberdayaan itu bisa dilakukan dengan menanamkan 18 karakter bangsa kepada
para pemuda.
Peran aktif pemuda dalam membangun solidaritas di tanah air
bisa terlihat jelas dari kemampuan mereka untuk menggerakkan masyarakat untuk
merubah solidaritas yang hanya berbentuk rasa simpati menjadi solidaritas
dengan aksi. Bisa kita lihat di berbagai media massa bagaimana mereka bersatu padu
dalam event amal bagi korban bencana alam.
Contoh nyatanya di Kecamatan Kemalang, Pemuda didaerah tersebut
mendirikan organisasi yang bernama Taruna Tanggap Bencana (Tagana). Semangat
sosial mereka sangat tinggi, terutama ketika ada bencana Di era baru ini pemuda sudah bagaikan trend setter dalam aksi-aksi amal yang
mereka gawangi sendiri di masyarakat. Itu semua menggerakkan masyarakat
untuk ikut bergerak membantu saudara
setanah air mereka.Nama : Ricky Julian Jatsono, Cardita Catur, dan Heldy Juliana
Sekolah : SMAN 1 SALATIGA