Masyarakat Tanggap Bencana


Negara Indonesia sudah dikenal luas sebagai negara yang rawan bencana, hal ini juga diakui oleh UNISDR (United Nations International Strategy for Disaster Reduction). Terbukti dari banyaknya kasus bencana alam yang kita temui di berbagai daerah di tanah air misalnya, tsunami Aceh tahun 2006 silam yang merenggut banyak korban, letusan Gunung Merapi Yogyakarta yang juga menimbulkan banyak simpati, dan banyak bencana alam lain yang terjadi di negeri kita.
            Semua bencana alam yang tidak terhindarkan itu berdampak negatif pada keseluruhan hidup korban bencana, baik secara material maupun psikologis. Keadaan ini perlu cepat ditangani oleh pemerintah dan masyarakat yang cepat tanggap untuk memulihkan situasi yang ada. Pemerintah dan masyarakat hendaknya tanggap bencana alam tidak terlepas dari satu komponen penting yang bertugas sebagai landasan pemersatu yaitu solidaritas.
            Namun sayang, bentuk solidaritas dari masyarakat pada umumnya relatif  terbatas pada rasa simpati tanpa ada aksi lanjutan dari rasa simpati itu. Keadaan seperti ini tidak bisa terus dibiarkan dan kita jelas butuh perubahan. Perubahan bisa dilaksanakan dengan mengaktifkan peran pemuda yang berfungsi sebagai penggerak atas tindakan dari rasa solidaritas tersebut. Untuk memberikan track yang baik bagi para pemuda dalam aksi solidaritas mereka kita juga perlu memberdayakan mereka. Pemberdayaan itu bisa dilakukan dengan menanamkan 18 karakter bangsa kepada para pemuda.
      Peran aktif pemuda dalam membangun solidaritas di tanah air bisa terlihat jelas dari kemampuan mereka untuk menggerakkan masyarakat untuk merubah solidaritas yang hanya berbentuk rasa simpati menjadi solidaritas dengan aksi. Bisa kita lihat di berbagai media massa bagaimana mereka bersatu padu dalam event amal bagi korban bencana alam.  Contoh nyatanya  di Kecamatan Kemalang, Pemuda didaerah tersebut mendirikan organisasi yang bernama Taruna Tanggap Bencana (Tagana). Semangat sosial mereka sangat tinggi, terutama ketika ada bencana  Di era baru ini pemuda sudah bagaikan trend setter dalam aksi-aksi amal yang mereka gawangi sendiri di masyarakat. Itu semua menggerakkan masyarakat untuk  ikut bergerak membantu saudara setanah air mereka.

Nama       : Ricky Julian Jatsono, Cardita Catur, dan Heldy Juliana
Sekolah    : SMAN 1 SALATIGA